RSS

Seksio Sesarea

05 Mei
  1. Pengertian Seksio Sesarea

Istilah seksio sesarea berasal dari perkataan Latin “caedere” yang artinya “memotong”. Dalam hukum Roma terdapat hukum lex zaesarea. Dalam hukum ini menjelaskan bahwa prosedur tersebut dijalankan di akhir kehamilan pada seorang wanita yang sekarat demi untuk menyelamatkan calon bayi (Dewi, 2007).

Seksio sesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan janin lewat insisi pada dinding perut (abdomen) dan dinding rahim (uterus) (Dewi, 2007).

  1. Jenis Seksio Sesarea

Ada beberapa jenis seksio sesarea yang dikenal yaitu:

1)    Seksio sesarea transperitonealis

a)    Seksio sesarea klasik

Pembedahan ini dilakukan dengan sayatan memanjang pada korpus uteri kira-kira sepanjang 10 cm. Keuntungan tindakan ini adalah mengeluarkan janin lebih cepat, tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik dan sayatan bias diperpanjang proksimal dan distal. Kerugian yang dapat muncul adalah infeksi mudah menyebar secara intraabdominal dan lebih sering terjadi ruptura uteri spontan pada persalinan berikutnya (Oxorn, 2003).

b)    Seksio sesarea Profunda

Dikenal juga dengan sebutan low cervical yaitu sayatan pada segmen bawahrahim. Keuntungannya adalah penjahitan luka lebih mudah, kemungkinan rupturauteri spontan lebih kecil dibandingkan dengan seksio sesarea dengan cara klasik, sedangkan kekurangannya yaitu perdarahan yang banyak dan keluhan pada kandung kemih postoperative tinggi (Oxorn, 2003).

2)     Seksio sesarea ekstraperitonealis,

Seksio sesarea ekstraperitonealis yaitu seksio sesarea berulang pada seorang pasien yang pernah melakukan seksio sesarea sebelumnya. Biasanya dilakukan di atas bekas luka yang lama (Dewi, 2007).  Tindakan ini dilakukan dengan insisi dinding dan fasia abdomen sementara peritoneum dipotong ke arah kepala untuk memaparkan segmen bawah uterus sehingga uterus dapat dibuka secara ekstraperitoneum. Pada saat ini pembedahan ini tidak banyak dilakukan lagi untuk mengurangi bahaya infeksi puerperal (Oxorn, 2003).

  1. Komplikasi Ibu Seksio Sesarea

Menurut Wiknjosastro (2007), komplikasi yang terjadi setelah tindakan seksio sesarea adalah sebagai berikut :

1)    Infeksi Puerperal (nifas)

Infeksi puerperal terbagi 3 tingkatan, yaitu:

a)    Ringan: dengan kenaikan suhu tubuh beberapa hari saja

b)    Sedang: dengan kenaikan suhu tubuh lebih tinggi, disertai  dehidrasi dan sedikit kembung.

c)    Berat: dengan peritonitis, sepsis dan ileus paralitik. Hal ini sering kita jumpai pada partus terlantar, dimana sebelumnya telah terjadi infeksi intrapartal karena ketuban yang telah pecah terlalu lama.

2)    Perdarahan

Perdarahan dapat disebabkan karena banyaknya pembuluh darah yang terputus dan terbuka, atonia uteri, dan perdarahan pada placental bed. Perdarahan dapat mengakibatkan terbentuknya bekuan-bekuan darah pada pembuluh darah balik di kaki dan rongga panggul.

3)    Luka Kandung Kemih

Tindakan seksio sesarea, apabila dilakukan dengan tidak hati-hati dapat mengakibatkan luka pada organ lain seperti kandung kemih, yang dapat menyebabkan infeksi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 05/05/2011 in Kebidanan, Persalinan

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: