RSS

Kesehatan Reproduksi Remaja

11 Des

I. REMAJA

Masa remaja merupakan masa tumbuh kearah kematanagn, bukan hanya fisik saja namun juga kematangan sosial dan psikologis.

II. TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA

a.       Mencapai hubungan baru dan lebih matang

b.      Mencapai peran sosial

c.       Menerima keadaan fisiknya

d.      Mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab

e.       Mencapai kemandirian emosional

f.       Memiliki nilai-nilai dan system etika

g.      Mengembangkan keahlian intelektual

h.      Memilih dan menyiapkan bidang pekerjaan, mempersiapkan karir, menikah dan menghadapi kehidupan berkeluarga

III. HAK-HAK REPRODUKSI

1.      Hak mendapat informasi dan pendidikan kesehatan

2.      Hak mendapat pelayanan dan perlindungan kesehatan reproduksi

3.      Hak untuk kebebasan berpikir dan membuat keputusan tentang kesehatan reproduksinya

4.      Hak untuk memutuskan jumlah dan jarak kelahiran anak

5.      Hak untuk hidup dan terbebas dari resiko kematian karena kehamilan, kelahiran atau missal gender

6.      Hak atas kebebasandan keamanan dalam pelayanan kespro

7.      Hak mendapat manfaat dari hasil kemajuan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan reproduksi

8.      Hak mendapat manfaat dari hasil kemajuan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan reproduksi

9.      Hak atas kerahasiaan pribadi dalam menjalankan kehidupan reproduksinya

10.  Hak dalam membangun dan merencanakan keluarga

11.  Hak atas kebebasan berkumpul dan berpartisipasi dalam politik yang bernuansa kesehatan reproduksi

12.  Hak atas kebebasan dari segala bentuk diskriminasi dalam kesehatan reproduksi

 

IV. KEADAAN YANG BERPENGARUH TERHADAP KESEHATAN REMAJA

a.       Masalah Gizi

1.      Anemia (kurang darah= Hb<12gr%), potensial melahirkan bayi dengan BB rendah, resiko kematian ibu dan bayi bertambah pada proses persalinan.

2.      Pertumbuhan yang terhambat pada remaja putri sehingga mengakibatkan panggul sempit.

b.      Masalah Pendidikan

1.      Buta huruf sehingga remaja tidak mempunyai akses terhadap informasi yang dibutuhkannya, kurang mampu mengambil keputusan yang terbaik untuk kesehatan dirinya.

2.      Pendidikan rendah dapat mengakibatkan remaja kurang mampu memenuhi kebutuhan fisik dasar ketika berkeluarga.

c.       Masalah  Lingkungan dan Pekerjaan

1.      Lingkungan dan suasana kerja yang kurang memperhatikan kesehatan remaja yang bekerja akan mengganggu kesehatan remaja.

2.      Lingkungan sosial yang kurang sehat dapat menghambat bahkan merusak kesehatn fisik, mental dan emosional remaja.

d.      Masalah seksualitas

1.      Pengetahuan yang tidak lengkap dan tidak tepat tentang masalah seksualitas.

2.      Kurangnya bimbingan untuk bersikap positif dalam hal yang berkaitan dengan seksualitas.

3.      Penyalahgunaan dan ketergantungan napza, yang mengarah pada penularan HIV/AIDS.

4.      Penyalahgunaan seksual

5.      Kehamilan remaja

6.      Kehamilan pranikah

e.       Masalah KRR

1.      Ketidakmatangan secara fisik dan mental.

2.      Risiko komplikasi dan kematian ibu dan bayi lebih besar.

3.      Kehilangan kesempatan untuk pengambangan diri remaja.

4.      Risiko bertambah untuk melakukan aborsi yang tidak aman.

 

V. PEMBINAAN KRR

Pembekalan tentang perubahan yang terjadi secara fisik, kejiwaan dan kematangan seksual akan memudahkan remaja untuk memahami serta mengatasi berbagai keadaan yang membingungkan. Juga proses reproduksi yang bertanggung jawab. Manusia secara biologis mempunyai kebutuhan seksual. Remaja perlu mengendalikan naluri seksualnya dan menyalurkannya menjadi kegiatan positif.

Pembinaan lain yang bisa dilakukan diantaranya pergaulan yang sehat antara remaja laki-laki dan perempuan, persiapan pranikah agar lebih siap secara mental dan emosional. Tak lupa juga tentang kehamilan dan persalinan, serta cara pencegahannya.

 

PMS

Pergaulan bebas yang dilakukan para remaja sering menimbulkan dampak yang sangat besar yang tentunya akan sangat disesalkan sepanjang hidupnya. Salah satu akibatnya adalah terkena penyakit menular seksual. Untuk dapat menekan penyebaran penyakit hubungan seksual yang menimbulkan masalah dan malapetaka dalam rumah tangga adalah dengan mempergunakan kondom. Untuk lebih memahami penyakit hubungan seksual akan dijabarkan beberapa diantaranya yang paling banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Penyakit Gonore

Penyakit gonorea, paling banyak dijumpai  dalam jajaran penyakit hubungan seksual , namun mudah diobati, tetapi bila terlambat atau pengobatan yang kurang tepat dapat menimbulkan komplikasi yang fatal. Penyebabnya adalah Neisseria gonorhoe, tergolong bakteri. Masa inkubasi (waktu sebelum terjadi gejala) berkisar antara 3-5 hari setelah infeksi.

Pada pria

Bentuk yang paling sering adalah juga kencing nanah. Gejala umumnya adalah rasa gatal dan panas di ujung kemaluan, rasa sakit saat kencing, diikuti pengeluaran nanah di kemaluan dapat bercampur darah. Penyakit ini bila tidak mendapat pengobatan yang tepat dapat menyebar ke bagian alat kelamin lainnya seperti kandung kencing, prostat sampai buah zakar dan salurannya. Dengan pengobatan yang kurang mantap, penyakit akan bersifat menahun dan menjadi sumber penularan bagi orang lain serta keluarganya.

Pada wanita

Dengan perbedaan anatomi alat kelamin luar wanita yang terkena infeksi pertama adalah mulut rahim, apalagi bila telah terdapat perlukaan sehingga penyebarannya kebagian bawah dan bagian atas alat kelamin semakin cepat. Infeksi mulut rahim yang bersamaan dengan infeksi vagina trikomonas maka gejala klinisnya semakin menonjol yaitu rasa nyeri pada daerah punggung, mengeluarkan keputihan encer seperti nanah. Lendir yang dikeluarkan bersifat menginfeksi sehingga dapat menyebabkan penyakitnya menuju liang kencing, menyebar ke kelenjar Bartholini, ke daerah liang dubur. Infeksi yang menyebar ke bagian atas menuju saluran telur, indung telur dan sekitarnya dengan jalan perkontinuitatum menimbulkan bentuk penyakit radang panggul wanita akut dengan gejala badan panas sampai menggigil, rasa nyeri sekitar perut bagian bawah.

Penyakit Sifilis

Yang diserang penyakit ini adalah semua organ tubuh sehingga cairan tubuh mengandung treponema pallidum. Stadium lanjut menyerang sistem pembuluh darah dan jantung, otak, dan susunan saraf. Timbul perlukaan di tempat infeksi masuk. Terdapat infiltrat yang selanjutnya mengelupas dan menimbulkan perlukaan permukaan bersih, berwarna merah, kulit sekitarnya tidak terdapat tanda radang, membengkak, tidak terasa nyeri, perlukaan mendatar dapat berubah menjadi ulkus. Ditemukan penicillin sebagai obat khas untuk penyakit sifilis

Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah infeksi alat genetalia wanita atau pria yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis. Pada pria dapat berbentuk uretritis, infeks saluran kencing, prostatitis, dan infeksi pada prostat. Sedangkan pada wanita berbentuk vaginitis trikomonas, sistitis infeksi kandung kencing. Pada wanita kadang terdapat secara bersamaan, hidup dari sisa sel, kuman dan benda lainnya dalam lendir vagina.

Herpes Simpleks

Penyebabnya adalah virus herpes simplek tipe II. Gejala umum dalam bentuk panas, lelah atau cepat lelah, nafsu maka berkurang. Gejala lokal pada genetalia terdapat pembentukan vesikel berkelompok di atas kulit, kulit tampak basah dan lebih merah, terdapat ulkus yang dangkal, kulit keriput, rasa nyeri yang hebat sehingga kesukaran berjalan. Pada pria gejala klinisnya lebih ringan karena sering mendapat pengobatan preventif sendiri.

AIDS

Sindrom yang merupakan kumpulan segala terganggu dan menurunnya fungsi daya tahan tubuh yang disebabkan virus menjadi malapetaka manusia., karena sampai saat ini masih belum diketemukan obat yang dapat menyembuhkannya. Penyebabnya adalah lymphadenopaty Associated Virus (LAV), Human T cell leucemia virus III (HTLV III), Human T cell lymphotrophic virus.

NUTRISI

Asupan nutrisi yang adekuat meningkatkan fungsi reproduksi menunjang fertlitas / kesuburan dengan cara:

a.          Menghindari diet makan pengendalian BB

b.          Pemilihan makanan sehat / gizi seimbang

c.          Memilih makanan segar

d.         Mengolah makanan dengan baik

e.          Makanan bervariasi

f.          Meghindari makanan yang diawetkan

Zat gizi pendukung fertilitas:

a.      Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang

b.      Menghindari makanan yang mengandung bahan tiruan (keju olahan, daging olahan, makanan beku, makanan kaleng)

c.      Dianjurkan untuk mengkonsumsi daging, ikan, telur, kacang-kacanganàprotein

d.     Buah dan sayuran segar (jus buah / sayuran)àsumber vitamin dan mineral

e.      Makanan lebih baik dikukus

 

Hubungan status gizi dengan menstruasi:

a.      Menarche adalah haid pertama  terjadi yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita sehat

b.      Status gizi remaja mempengaruhi:

  • Faktor usia terjadinya menarche
  • Keluhan selama menarche
  • Lamanya hari menarche

 

Sumber

Harahap, Marwali. 1990. Penyakit Menular Seksual. Jakarta . Gramedia

Manuaba, Ida Bagus Gede. 1998. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Arca

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: