RSS

PLASENTA MANUAL

06 Des
  1. PENGERTIAN

Plasenta manual adalah tindakan untuk melepas plasenta secara manual (menggunakan tangan) dari tempat implantasinya dan kemudian melahirkannya dari cavum uteri

  1. TATALAKSANA
  1. Persiapan
    1. Pasang set dan cairan infuse
    2. Jelaskan pada ibu prosedur dan tujuan tindakan
    3. Lakuakan anastesi verbal dan analgesia per rectal
    4. Siapkan dan jalankan prosedur pencegahan infeksi
  2. Tindakan penetrasi ke dalam cavum uteri
    1. Pastikan kandung kemih dalam keadaan kosong
    2. Jept tali pusat dengan klem pada jarak 5-10 cm dari vulva, tegangakan dengan sapu tangan sejajar lantai.
    3. Secara obstetrik, masukkan tangan lainnya (punggung tangan menghadap kebawah) kedalam vagina dengan menelususri sisi bawah tali pusat.
    4. Setelah mencapai bukaan servik, minta seorang asisten/penolong lain untuk menegangkan klem tali pusat kemudian pindahkan tangan luar untuk menahan fundus uteri.
    5. Sambil menahan fundus uteri, masukkan tangan dalam hingga ke cavum uteri sehingga mencapai tempat implantasi plasenta.
    6. Bentangkan tangan obstetric menjadi datar seperti memeberi salam (ibu jari merapat ke jari telunjuk dan jari-jari lain saling merapat).
  3. Melepas plasenta dari dinding uterus
    1. Tentukan implantasi plasenta, temukan tepi plasenta paling bawah.
      1. Bila plasenta berimplantasi di korpus belekang, tali pusat tetap disebelah atas dan sisipkan ujung jari-jari tangan diantara plasenta dan dinding uterus dimana punggung tangan menghadap kebawah (posterior ibu).
      2. Bila di korpus depan maka pindahkan tangan ke sebelah atas tali pusat dan sisipkan ujung jari-jari tangan diantara plasenta dan dindng uterus dimana punggung tangan menghadap ke atas (anterior ibu)
    2. Setelah ujung-ujung jari masuk diantara plasenta dan didnding uterus maka perluas pelepasan plasenta dengan jalan menggeser tangan ke kanan dan kiri sambil digeserkan ke atas (kranial ibu) hingga semua perlekatan plasenta terlepas dari dinding uterus.

Catatan:

  1. Bila tepi plasenta tidak teraba atau plasenta berada pada dataran yang sangat tinggi dengan dinding uterus maka hentikan upaya plasenta manual karena hal itu menunjukkan plasenta inkreta (tertanam dalam miometrium).
  2. Bila hanya sebagian dari implantasi plasenta dapat dilepaskan dan bagian lainnya melekat erat maka hentikan pula plasenta manual karena hal tersebut adalah plasenta akreta. Untuk kedaan ini sebaiknya ibu diberi uterotonika tabahan (misoprostol 600 mcg per rectal) sebelum dirujuk kefasilitas kesehatan rujukan .
  3. Mengeluarkan plasenta
    1. Sementara satu tangan masih di dalam cavum uteri, lakukan eksplorasi untuk menilai tidak ada sisa plasenta yang tertinggal.

10.  Pindahkan tangan luar dari fundus ke supra simpisis (tahan segmen bawah uterus) kemudian instruksikan asisten/penolong untuk menarik tali pusat sambil tangan dalam memebawa plasenta keluar (hindari terjadinya percikan darah).

11.  Lakuakn penekanan (dengan tangan yang menahan suprasimpisis) uterus kearah dorsokranial setelah plasenta dilahirkan dan tempatkan plasenta didalam wadah yang telah disediakan.

  1. Pencegahan infeksi pascatindakan

12.  Dekontaminasi sarung tangan (sebelum dilepaskan) dan peralatan yang lain yang digunakan.

13.  Lepaskan dan rendam sarung tangan dan peralatan lainnya di dalam larutan clorin 0,5% selama 10 menit.

14.  Cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir.

15.  Keringkan tangan dengan handuk bersih dan kering.

  1. Pemantauan pascatindakan

16.  Periksa kembali tanda vital ibu.

17.  Catat kondisi ibu dan buat laporan tindakan.

18.  Tuliskan rencana pengobatan, tindakan yang masih diperlukan dan asuhan lanjutan.

19.  Beritahukan pada ibu dan keluarganya bahwa tndakan telah selesai tetapi ibu masih memerlukan pemantauan dan asuhan lanjutan.

20.  Lanjutan pemantauna ibu hingga 2 jam pascatindakan sebelum dipindah keruang rawat gabung

 

  1. KERUGIAN

Bila tidak dilakuakn dengan benar, pengeluaran plasenta manual memungkinkan terjadi beberapa komplikasi diantaranya:

  1. Perdarahan dan syok
  2. Infeksi dan syok septic
  3. Cidera atau rupture pada uterus

 

  1. KEUNTUNGAN

Pengeluaran plasenta manual merupakan tindakan darurat untuk mengatasi perdarahan pascapersalinan dan mencegah kematian ibu serta mengatasi adanya retensio plasenta.

 

  1. DOKUMENTASI
  1. Pantau denyut nadi, tekanan darah, pernapasan, dan periksa volume perdarahan vaginal setiap jam sampai normal.
  2. Jika perlu, perbaiki dehidrasi atau syok dengan cara memberikan caira intravena. Jika maternal mengalami syok, mulailah transfuse darah.
  3. Beri antibiotik berspektrum luas pada maternal seperti ampicillin 1 g stat dan 500mg setiap 6 jam selama 5 hari. Pengobatan intramuscular dapat digunakan tetapi pengobatan ora juga sama efektifnya jika maternal dapat menelan obatnya.
  4. Berikan tablet oral oksitosik (misalnya ergometrin 0,5mg) 3x sehari dalam 3 hari untuk menjaga agar uterus tetap berkontraksi.
  5. Berikan analgesik seperti parasetamol untuk meredakan nyeri jika diminta.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 06/12/2010 in Kebidanan, Nifas

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: