RSS

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

03 Des

1. Definisi

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) secara definitif telah banyak dikemukakan oleh banyak ahli. Berikut ini adalah definisi BBLR yang dikemukakan oleh beberapa ahli yaitu: BBLR didefinisikan oleh International classification of Diseases dari World Health Organisation (WHO), sebagai kelahiran bayi dengan berat badan kurang dari 2500 gram (Saifuddin, 2001).  WHO menyebutkan bahwa semua bayi yang baru lahir dengan berat  lahir kurang dari 2500 gram disebut low birth weight infants atau disebut dengan BBLR (Surasmi, 2003).

Istilah prematuritas telah diganti dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) karena terdapat dua bentuk penyebab kelahiran bayi dengan berat badan badan kurang dari 2500 gram yaitu karena umur kehamilan kurang dari 37 minggu, berat badan lebih rendah dari semestinya, sekalipun umur cukup atau kombinasi dari keduanya (Manuaba, 2001).

Dari beberapa definisi Bayi Berat  Lahir Rendah(BBLR) tersebut dapat disimpulkan bahwa BBLR adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan kurang dari 37 minggu ataupun sudah cukup bulan, berat kurang dari 2500 gram atau karena kombinasi dari keduanya.

  1. Macam BBLR

Berkaitan dengan penanganan dan harapan hidupnya, bayi berat lahir rendah (BBLR) dibedakan dalam; bayi berat lahir rendah (BBLR), berat lahir 1500-2500 gram, bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR), berat lahir < 1500 gram, dan bayi berat lahir ekstrim rendah (BBLER), berat lahir < 1000 gram (Saifudin, 2001). BBLR mungkin premature (kurang bulan), mungkin juga cukup bulan (dismatur). Penilaian dilakukan dengan cara menimbang berat bayi baru lahir dan sesuai dengan beratnya, maka bayi akan digolongkan dalam BBLR, BBLSR, BBLER (Sarwono,2000). Dilihat dari umur Kehamilan BBLR juga dikategorikan menjadi dua yaitu (Mochtar, 1998) :

  1. Prematuritas murni

Adalah masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai dengan berat badan untuk masa gestasi itu atau biasa disebut Neonatus Kurang Bulan Sesuai untuk Masa Kehamilan (NKB-SMK).

Mempunyai ciri-ciri antara lain: berat badan kurang dari 2500gram, PB 45cm, LK kurang dari 33 cm, LD kurang 30 cm, masa gestasi kurang dari 37 minggu, kulit tipis dan transparan, tampak mengkilat dan licin, kepala lebih besar dari badan, lanugo banyak terutama pada dahi, pelipis, telinga, dan lengan, lemak subkutan kurang, ubun- ubun dan sutura lebar, rambut tipis, halus, tulang rawan dan daun telinga immature, putting susu belum terbentuk dengan  baik, pembuluh darah kulit banyak terlihat, Peristaltik usus dapat terlihat, genetalia belum sempurna, Labia minora belum tertutup oleh labia mayora (wanita), testis belum turun (laki-laki), bayi masih posisi fetal, pergerakan kurang dan lemah, otot masih hipotonik, banyak tidur, tangis lemah, pernafasan belum teratur dan sering mengalami serangan apnea, reflek  tonikneck lemah, reflek menghisap dan menelan belum sempurna.

Penyakit yang berhubungan dengan BBLR: sindrom gangguan pernafasan idiopatik (penyakit membrane hialin), pneumonia aspirasi  karena reflek menelan dan batuk belum sempurna, perdarahan spontan dalam ventrikel otak lateral akibat anoksia otak (erat kaitannya dengan gangguan pernafasan), hiperbilirubinemia karena fungsi hati belum matang, dan hipotermia (Sarwono, 2000 ).

  1. Dismaturitas

Adalah bayi lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa gestasi itu. Berarti bayi mengalami retardasi pertumbuhan intrauterin dan merupakan bayi yang kecil untuk masa kehamilannya (KMK).

Pada BBLR mempunyai ciri sama dengan prematuritas murni. Pada dismatur mempunyai ciri antara lain: kulit pucat/bernoda, mekonium kering, keriput, tipis,  vernix caseosa tipis tidak ada, bayi tampak gesit, aktif dan kuat, tali pusat brwarna kuning kecoklatan. Bayi berat lahir rendah mungkin premature (kurang bulan) mungkin juga dismatur (cukup bulan).

Sedangkan penyakit yang berhubungan dengan dismaturitas antara lain: sindrom aspirasi mekonium, Hipoglikemia, Hiperbilirubinemi, Hipotermi (Sarwono,2000). Oleh karena itu bayi berat lahir rendah merupakan bayi dengan resiko tinggi karena angka kematian dan angka kesakitan BBLR sangat tinggi.

  1. Faktor-Faktor Penyebab BBLR

Menurut Wiknjosastro (2005) dan Liewellyn (2002), terdapat banyak faktor terjadinya kelahiran BBLR yaitu:

a.  Faktor Ibu

1)    Gizi saat hamil yang kurang

2)    Umur kurang dari 25 tahun atau diatas 35 tahun

3)    Jarak kehamilan dan bersalin terlalu dekat

4)    Penyakit menahun ibu seperti hipertensi, jantung, gangguan pembuluh darah (perokok)

5)    Faktor pekerja yang terlalu berat

b.  Faktor kehamilan

1)    Hamil dengan hidramnion

2)    Hamil ganda

3)    Perdarahan antepartum

4)    Komplikasi kehamilan seperti preeklampsi/eklampsi, ketuban pecah dini (KPD)

5)    Anemia dalam kehamilan

6)    Riwayat melahirkan BBLR sebelumnya

c.  Faktor janin

1)    Cacat bawaan

2)    Infeksi dalam rahim

  1. Prognosis BBLR

Prognosis BBLR ini tergantung dari berat ringannya masalah perinatal, misalnya masa gestasi. Makin muda masa gestasi atau makin rendah berat bayi makin tinggi angka kematian. Prognosis ini juga tergantung dari keadaaan sosial ekonomi, pendidikan orang tua dan perawatan pada saat kehamilan, persalinan dan postnatal. Bayi Berat Lahir Rendah cenderung memperlihatkan gangguan pertumbuhan setelah lahir (Wiknjosastro, 2005).

  1. Masalah Bayi Dengan BBLR

Menurut Manuaba (2001), menghadapi bayi BBLR harus memperlihatkan masalah-masalah berikut :

  1. Suhu tubuh yang belum stabil
    1. Pusat mengatur napas badan masih belum sempurna
    2. Luas badan bayi relatif besar sehingga penguapannya bertambah
    3. Otot bayi masih lemah
    4. Lemak kulit dan lemak coklat kurang, sehingga cepat kehilangan panas
    5. Pusat pengaturan suhu yang belum berfungsi dengan baik
    6. Gangguan pernapasan
      1. Pusat pengaturan pernapasan belum sempurna
      2. Surfaktan paru-paru masih kurang, sehingga perkembangan tidak sempurna
      3. Otot pernapasan dan tulang iga masih lemah
      4. Penyakit gangguan pernapasan : penyakit hialin membran, mudah terkena infeksi paru-paru dan gagal pernapasan
    7. Gangguan alat pencernaan makanan dan problema nutrisi
      1. Alat  pencernaan  belum  berfungsi  sempurna  sehingga   penyerapan makanan masih lemah dan kurang baik.
      2. Aktifitas otot pencernaan makanan masih belum sempurna, sehingga pengosongan lambung berkurang.
    8. Hepar yang belum matang (immatur)

Mudah menimbulkan gangguan pemecahan bilirubin, sehingga mudah terjadi hiperbilirubinemia (kuning) dan defisiensi vitamin K.

  1. Ginjal masih belum matang

Kemampuan mengatur pembuangan sisa metabolisme dan air masih belum sempurna sehingga mudah terjadi edema dan asidosis metabolic.

  1. Perdarahan dalam otak
    1. Pembuluh darah bayi prematur masih rapuh dan mudah pecah
    2. Pemberian O2 belum mampu diatur sehingga mempermudah terjadi perdarahan dan nekrosis
    3. Perdarahan dalam otak memperburuk keadaan dan menyebabkan kematian bayi
    4. Sering mengalami gangguan pernapasan sehingga mempermudah terjadi perdarahan otak

Alat tubuh bayi prematur belum berfungsi seperti bayi matur. Oleh sebab itu, ia mengalami lebih banyak kesulitan untuk hidup diluar uterus ibunya. Makin pendek masa kehamilannya makin kurang sempurna pertumbuhan alat-alat dalam tubuhnya, dengan akibat makin mudahnya komplikasi dan makin tingginya angka kematiannya. (Prawirohardjo, 2005). Pada saat persalinan, BBLR mempunyai resiko yaitu asfiksia atau gagal untuk bernapas secara spontan dan teratur saat atau beberapa menit setelah lahir. Hal itu diakibatkan factor paru yang belum matang. (Kosim, 2008).

About these ads
 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 751 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: